Stop memberikan antibiotika. Virus tidak membutuhkan antibiotika karena justru akan memperburuk keseimbangan bakteri usus.
Yang paling penting adalah rehidrasi, dengan memberikan cairan secukupnya yaitu oralit atau pedialit. Metode pemberian dengan frekuensi kecil, misalnya pemberian dua sendok setiap dua menit. Air tajin juga ampuh untuk mengatasi diare.
Anak yang diare tetap diberikan asupan makanan, seperti hari biasanya dan jangan lupa susu yang tidak mengandung laktosa. Hanya perlu dihindari makanan berserat dan manis seperti buah melon, pepaya, jeruk dan sayur. Berikan saja buah pisang. Makanan cukup penting karena untuk pembentukan tubuh dan memperbaiki jaringan usus agar bisa pulih.
Pemberian ASI tetap diberikan karena bayi yang diberikan ASI eksklusif selama enam bulan sangat jarang, bahkan cenderung tidak terkena diare.
Yoghurt juga dapat menjadi alternatif mengatasi diare, yang perlu diperhatikan adalah kualitas yoghurt. Menurut standar internasional, yoghurt harus mengandung maksimum 10 Coliform per gram dan 100 kapang atau khamir per gram,s elain itu tidak boleh mengandung lebih dari 2% senyawa pembentuk tekstur (penstabil, pembentuk gel, pengental atau pengemulsi), asam sitrat, pewarna makanan, pengawet makanan yang diizinkan. Bakteri baik atau probiotik akan menghasilkan antibiotika alami, yang membantu keutuhan usus, proses metabolisme, dan meningkatkan daya tahan tubuh.




0 komentar:
Posting Komentar